JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto terus memantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Sejauh ini kebakaran di kawasan Bromo telah melahap area seluas 520 hektare.
Terkait kebakaran ini, Presiden Prabowo menginstruksikan berbagai upaya untuk mempercepat pemadaman agar api di kawasan Bromo tidak meluas. Upaya tersebut mencakup pengerahan helikopter dan pesawat untuk operasi water bombing serta persiapan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, kondisi karhutla saat ini terjadi di sejumlah wilayah Indonesia di tengah kondisi cuaca yang sangat kering akibat fenomena El Nino.
"Kami juga izin menyampaikan kepada seluruh teman-teman media, memang dalam rangka atau dari masa El Nino ini, masih banyak terjadi karhutla di sebagian wilayah Indonesia. Beberapa yang sangat banyak jumlah titik apinya adalah di Kalimantan Barat dan di Kalimantan Tengah, serta yang cukup besar terjadi di Jawa Timur, di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru," kata Prasetyo kepada awak media di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Prasetyo pun mengatakan pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pangdam, Kapolda, serta Menteri Kehutanan (Menhut) beserta seluruh jajaran Kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. "Untuk terus melakukan upaya sekeras-kerasnya guna sesegera mungkin melakukan proses pemadaman supaya tidak terus meluas."
Prasetyo juga mengimbau seluruh masyarakat mengingat kondisi cuaca saat ini sangat kering sehingga rentan terhadap percikan-percikan api. "Sehingga kami mohon dengan sangat kepada seluruh masyarakat untuk kita mawas diri, ya, menghindari melakukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan kebakaran-kebakaran yang tidak terkendali."