JAKARTA - Polisi memastikan ruangan penyimpanan senjata di sebuah yayasan sekolah Harapan Ibu di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, bukan bunker. Ruangan tersebut merupakan basement biasa yang memiliki akses terhubung dengan ruangan lain di kompleks yayasan.
Kepala Unit Kriminal Umum Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Alpino de Tech, mengungkapkan, ruangan tersebut telah diperiksa secara menyeluruh bersama tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.
“Itu bukan bunker, sebetulnya itu basement yang terconnecting dengan ruangan. Jadi basement ada tangganya terconnecting dengan ruangan, itu juga sudah dicek,” kata Alpino, Selasa (11/8/2026).
Tiga ruangan tersebut yakni bekas ruangan Ketua Pengurus Yayasan, ruangan Sekretaris, dan ruangan Sarana Prasarana Yayasan. Hasil pemeriksaan di basement tersebut tidak menemukan senjata ataupun benda berbahaya baru.
“Tidak ada,” ujar Alpino.
Sebelumnya, polisi menyebut pemilik ratusan senjata tersebut yakni pria DS yang merupakan direktur di PT Lokta Karya Perbakin.
“Jadi kalau dilihat penelusuran dari identitas ini yang bersangkutan merupakan direktur ya, terhadap suatu perusahaan PT LKP. LKP ini terkait tentang impor senjata angin ataupun senjata airsoft gun,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dikutip Sabtu 8 Agustus 2026.
Budi belum merinci siapa sosok pria DS tersebut. Namun, Budi mengatakan pria DS sudah meninggal dunia pada 2020.
"Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menemukan bahwa Saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020. Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut," ujarnya.
(Arief Setyadi )