JAKARTA - Polisi melakukan ekshumasi terhadap jasad Sutrimo, orang dekat eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah pada hari ini, Rabu (12/8/2026). Proses autopsi ulang itu sendiri dilaksanakan di wilayah Banyumas, Jawa Tengah (Jateng).
"(Ekshumasi) sesuai jadwal Rabu, 12 Agustus 2026, jam 10 pagi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dikonfirmasi Okezone, Rabu.
Menurut Budi, proses ekshumasi jasad Sutrimo ini sendiri akan bersinergi antara Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah (Jateng), dan Polresta Banyumas. Kemudian, ada juga Perkumpulan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI).
"Dipimpin Ketua PDFMI (Persatuan Dokter Forensik-Medikolegal Indonesia) Brigjen DR Hastry dan Prof. Dr. Yudi," ujar Budi.
"Mudah-mudahan nanti dari hasil ekshumasi kita bisa menemukan dan kita bisa menyimpulkan apa yang menjadi penyebab dari kematian yang bersangkutan," ujar Iman.
Desakan ekshumasi itu juga datang dari organisasi masyarakat Kongres Pemuda Indonesia (KPI) yang melayangkan laporan polisi ke Bareskrim Polri yang teregister dengan nomor LP/B/351/VIII/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 7 Agustus 2026.
Di sisi lain, pihak keluarga Sutrimo juga sudah membuat laporan polisi di Polresta Banyumas pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Sutrimo, orang dekat Febrie Adriansyah ditemukan meninggal dunia, Kamis 23 Juli 2026. Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
(Arief Setyadi )