Selain dengan China, Yvonne mengungkapkan Indonesia juga menggelar latihan bersama dengan sejumlah negara lain, seperti Rusia, Amerika Serikat (AS), dan Jepang. Menurutnya, Indonesia memiliki hubungan kerja sama pertahanan dengan berbagai negara melalui berbagai kegiatan pelatihan.
“Our maritime cooperation ini adalah sebagaimana saya sampaikan tadi adalah bentuk interaksi antarangkatan laut berbagai negara. Jadi kita tidak melihat ini balancing siapa dan dengan siapa, tapi lebih melihat bagaimana kita saling membuka komunikasi dan membangun kepercayaan serta kerja sama untuk ditingkatkan lagi,” ungkapnya.
Yvonne menegaskan, latihan bersama TNI AL dengan militer China bersifat terbatas. Menurut Kemlu, KRI I Gusti Ngurah Rai-332 sedang dalam perjalanan kembali ke Indonesia dan kegiatan tersebut bukan bagian dari operasi militer.
“Bertujuan untuk menjaga komunikasi dan memperkuat hubungan persahabatan kita. Specifically dari kami tidak melihat ada pertentangan terkait terminologi atau ininya. Yang penting saat ini kita lihat bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk interaksi profesional antarangkatan laut kita dengan angkatan laut negara lain dalam konteks pelayaran KRI I Gusti Ngurah Rai itu kembali ke Indonesia dan bukan merupakan bagian dari operasi atau latihan tempur,” jelasnya.