WASHINGTON - Sebuah laporan menyatakan bahwa beberapa pelaut Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) telah mencoba bunuh diri dengan melompat ke laut dari atas kapal induk USS Abraham Lincoln. Laporan ini muncul di saat para pelaut di atas kapal tersebut telah berlayar selama lebih dari 260 hari tanpa pernah kembali ke Amerika Serikat (AS).
Mengutip keterangan kerabat para personel yang sedang bertugas di laut, publikasi militer Navy Times melaporkan bahwa setidaknya dua pelaut di USS Abraham Lincoln telah mencoba melompat ke laut dari kapal tersebut. Kapal itu bertolak dari AS pada November dan dialihkan rutenya dari Pasifik ke Timur Tengah saat Gedung Putih bersiap melancarkan perang terhadap Iran pada akhir Februari.
US Navy telah membantah klaim bahwa ada peningkatan upaya bunuh diri di atas kapal induk tersebut. Juru bicara angkatan laut mengatakan bahwa kesehatan serta kesejahteraan "setiap pelaut" di USS Abraham Lincoln merupakan prioritas.
"Berdasarkan informasi yang tersedia bagi pihak komando, kami tidak menemukan adanya peningkatan laporan mengenai gagasan bunuh diri atau upaya bunuh diri di kapal tersebut," ujar juru bicara itu kepada Newsweek. "Kami menaruh perhatian serius terhadap kesejahteraan setiap anggota militer dan menyediakan tenaga profesional di bidang keagamaan, medis, serta kesehatan mental untuk mengevaluasi dan menangani berbagai kekhawatiran yang mungkin muncul."
Kerabat dari sekitar 5.000 pelaut dan Marinir yang telah menghabiskan waktu lebih dari delapan bulan di atas kapal Lincoln telah menyuarakan kekhawatiran mengenai kekurangan pasokan, jadwal kerja yang panjang, serta risiko tindakan menyakiti diri sendiri, sebagaimana diungkapkan dalam sejumlah laporan yang diterbitkan selama sepekan terakhir.
Menurut media khusus Stars and Stripes, lebih dari 200 anggota keluarga para pelaut tersebut bertemu pekan lalu dengan Hung Cao, penjabat Menteri Angkatan Laut.
Pertemuan kedua yang berlangsung secara virtual antara pejabat tinggi Angkatan Laut dan keluarga para pelaut serta Marinir di kapal Lincoln juga membahas kekhawatiran terkait kesehatan mental dan keselamatan, menurut rekaman yang dilihat oleh MS Now.