“Semakin lama perang ini berlangsung, semakin banyak pengalaman yang kami peroleh,” ujar Naqdi kepada PBS. “Kami belum pernah menyaksikan perang sungguhan untuk mendapatkan pengalaman nyata dalam mempelajari cara bertempur melawan Amerika. Dalam lima bulan ini, kami telah mempelajarinya. Kami juga melihat bahwa militer Amerika ternyata lebih lemah daripada yang kami bayangkan.”
Naqdi juga mengklaim bahwa Iran memproduksi pesawat nirawak dan rudal dengan laju yang lebih cepat daripada tingkat penggunaannya, serta mampu terus bertempur selama bertahun-tahun.
Ia menambahkan, jika persediaan tersebut pada akhirnya habis, Teheran dapat beralih menyasar apa yang ia sebut sebagai “ribuan kepentingan ekonomi (Amerika) di seluruh dunia.”
(Rahman Asmardika)