Jenderal Gatot Ingatkan Meritokrasi TNI Terancam jika Jabatan Dipengaruhi Politik

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 20 Agustus 2026 19:11 WIB
Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (foto: tangkapan layar)
Share :

Bahaya Perang Informasi

Lebih jauh, Gatot menilai perang informasi kini bukan lagi sekadar pelengkap konflik fisik, tetapi telah menjadi garis depan perebutan pengaruh dan pembentukan opini publik.

Sejak mengingatkan ancaman *proxy war* pada 2014, Gatot melihat perang modern semakin memanfaatkan manipulasi narasi, disinformasi, operasi psikologis, siber, media sosial, dan kini kecerdasan buatan (*artificial intelligence*/AI) untuk menyerang titik lemah sebuah bangsa, yakni kepercayaan publik dan kohesi sosial.

“Perang informasi tidak merusak gedung beton, tetapi merusak cara berpikir dan kesadaran sebuah bangsa,” ujarnya.

Ia mengatakan narasi dalam perang informasi modern tidak selalu disebarkan melalui propaganda terbuka. Sebaliknya, teknologi digital dan algoritma dapat dimanfaatkan untuk membentuk ruang gema (*echo chamber*) yang membuat kelompok masyarakat hanya menerima informasi yang memperkuat pandangannya sendiri.

Akibatnya, masyarakat dapat terpecah ke dalam kelompok-kelompok yang saling berhadapan. Dalam kondisi tertentu, fragmentasi tersebut dapat mengikis kohesi sosial dan memperlemah daya tahan sebuah negara.

Gatot menilai terdapat ketimpangan besar antara biaya membangun pertahanan fisik dan biaya melakukan operasi informasi. Membangun pertahanan fisik membutuhkan sumber daya yang sangat besar, sementara upaya untuk menggerus kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara dapat dilakukan melalui kampanye disinformasi dengan biaya yang jauh lebih murah.

 

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya