Sementara di tingkat daerah, kata Pras, dua rumah sakit lapangan juga telah dioperasionalkan, masing-masing di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, untuk pelayanan operatif dengan 29 tindakan operasi yang telah dilakukan secara kumulatif, serta di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, untuk mendukung pelayanan kesehatan darurat dan tindakan operasi bagi korban gempa.
Prasetyo menegaskan, penanganan dampak bencana gempa NTT tidak akan berhenti. Pemerintah akan memastikan proses pemulihan dilanjutkan secara bertahap.
Pemerintah menegaskan, akan terus bekerja agar masyarakat NTT yang terdampak tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi bencana dan dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal.
“Tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )