BNPB Catat Karhutla Dominasi Bencana Harian, 13 Hektare Lahan Terbakar di Lumajang

Yuwantoro Winduajie, Jurnalis
Sabtu 29 Agustus 2026 23:10 WIB
Kebakaran Hutan (foto: BNPB)
Share :

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi kejadian bencana di berbagai daerah selama periode 28-29 Agustus 2026. Karhutla tercatat terjadi di Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, berdasarkan pemantauan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat (Dit. Koordalops) BNPB pada periode Jumat (28/8/2026) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (29/8/2026) pukul 07.00 WIB, kebakaran hutan dan lahan menjadi kejadian yang paling banyak dilaporkan.

Di Sulawesi Selatan, kebakaran lahan seluas dua hektare terjadi di Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, pada Jumat (28/8/2026). BPBD Kabupaten Pinrang bersama tim gabungan melakukan pemadaman dan api berhasil dikendalikan pada hari yang sama.

"Kondisi mutakhir yang dilaporkan pada Jumat (28/8/2026), api berhasil dipadamkan dan kondisi area terdampak sudah aman," kata Berton dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Jumat (28/8/2026). BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan pemantauan di wilayah rawan kebakaran, terutama pada lahan kering.

 

Sementara itu, kebakaran lahan yang lebih luas terjadi di kawasan Blok Pangonan Cilik BBTN Bromo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kebakaran seluas sekitar 13 hektare tersebut dipicu kondisi musim kemarau yang menyebabkan cuaca panas dan kering.

Peristiwa itu berdampak pada aktivitas pendakian. Sebanyak 170 pendaki yang berada di kawasan Ranukumbolo pada Kamis (27/8/2026) kemudian dievakuasi oleh tim gabungan.

"Kondisi terkini yang dilaporkan pada Jumat (28/8) masih terdapat titik api di atas Pos 4 dan akan segera ditangani, serta 170 pendaki yang berada di Ranukumbolo telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dan telah berada di Kantor Resort Ranupane," ujar Berton.

Selain karhutla, BNPB juga mencatat kejadian banjir di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/8/2026) pukul 05.30 WITA. Banjir melanda lima desa di Kecamatan Kasimbar, yakni Desa Labuan Donggulu, Laemanta, Peningka, Lemanta Utara, dan Kasimbar.

Sebanyak 190 kepala keluarga terdampak akibat banjir tersebut. BPBD Kabupaten Parigi Moutong melakukan asesmen, berkoordinasi dengan aparat desa, serta memobilisasi alat berat untuk membersihkan jalur Trans Sulawesi.

BNPB mengingatkan kondisi cuaca kering di sejumlah wilayah berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

"BNPB menekankan bahwa kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab bersama. Kecepatan informasi dari masyarakat kepada pemerintah daerah, respons petugas di lapangan, serta koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk mencegah kejadian berkembang menjadi bencana yang lebih besar," kata Berton.
 

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya