"Aslinmas harus kita bangun bukan sekadar sebagai wadah berhimpun, tetapi sebagai mesin penguatan kapasitas Satlinmas di seluruh Indonesia. Kita ingin setiap anggota Satlinmas memiliki pengetahuan, keterampilan, jejaring, dan kesiapsiagaan yang semakin baik untuk hadir dan memberikan perlindungan ketika masyarakat membutuhkan,” ujar Safrizal.
Safrizal menilai, kekuatan utama Satlinmas terletak pada kedekatannya dengan masyarakat. Mereka berada di lingkungan tempat masyarakat tinggal dan menjadi salah satu unsur pertama yang dapat mengetahui sekaligus merespons berbagai potensi gangguan ketenteraman, bencana, maupun kondisi kedaruratan.
"Kita ingin membangun Satlinmas yang semakin profesional, responsif, dan adaptif, tetapi tetap berakar pada semangat gotong royong. Karena perlindungan masyarakat pada hakikatnya bukan hanya tugas pemerintah. Ini adalah kerja bersama yang membutuhkan partisipasi dan kekuatan masyarakat,” tegasnya.
Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan melanjutkan, sebagai pengampu Satlinmas di daerah akan terus mendorong penguatan Satlinmas, baik dari sisi kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia maupun dukungan sarana dan prasarana.
"Hari ini kita tidak sekadar mengukuhkan sebuah kepengurusan. Kita sedang meletakkan fondasi bagi gerakan bersama untuk membangun Satlinmas yang lebih kuat, lebih siap, dan semakin dekat dengan masyarakat,” tandasnya.
(Fahmi Firdaus )