"Lalu ada juga yang katanya dipukul dan lainnya, itu juga berbeda. Karena kalau kita lihat, orang-orang kita yang boleh bilang GRIB itu kan sudah ada tanda. Semua orang tahu ada video, ada ikat kepala putih kan? Nah, kan itu pasti tandanya kepala putih," kata dia.
Ia menjelaskan, anggota Grib Jaya turun saat aksi demo 27 Agustus 2026 tidak bermaksud untuk menghalangi aspirasi masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Sebab, demo yang dilakukan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) telah membubarkan diri dengan tertib sebelum pukul 18.00 WIB.
Pihak Grib Jaya mengaku baru turun ke jalan pada malam hari untuk menghalau massa agar situasi tidak meluas menjadi tindakan anarkis maupun vandalisme.
"Jadi harus bisa dipisahkan antara demo yang ada di DPR RI yang sudah bubar dan yang ada di Slipi sekitarnya. Itu jam juga berbeda, jamnya jam 11 malam," tuturnya.
(Arief Setyadi )