Karhutla Kepung Jambi-Sumsel, Ratusan Ribu Liter Air Ditumpahkan untuk Pemadaman

Danandaya Arya putra, Jurnalis
Rabu 02 September 2026 04:10 WIB
Helikopter BNPB lakukan water bombing (foto: BNPB)
Share :

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat belasan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi dan Sumatera Selatan. Upaya pemadaman terus dilakukan, sementara warga yang beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut 13 hotspot terdeteksi di wilayah Jambi. Kondisi kualitas udara secara umum membaik dengan jarak pandang sekitar 2,8 kilometer.

"Provinsi Jambi, di mana kami memonitor per kemarin tanggal 31 Agustus sebanyak 13 titik api. Kualitas udara umumnya membaik, jarak pandang sekitar 2,8 km. Proses belajar mengajar juga normal dengan menggunakan masker, dan masyarakat tetap melakukan aktivitas seperti biasa," ucap Berton dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).

Dia menyebut Satgas Darat berhasil melakukan pemadaman di lahan seluas lebih dari 13 hektare. Penanganan dilakukan di 37 lokasi yang tersebar di delapan kabupaten.

"Operasi pemadaman melalui Satgas Darat diawali dengan ground check, di mana satgas ini melakukan pemantauan untuk melihat apakah ada titik-titik api dan hotspot baru. Tentu ini dilakukan untuk penanganan kebakaran di 37 lokasi di delapan kabupaten," ucapnya.

 

Sementara itu, Satgas Udara mengerahkan satu helikopter untuk melakukan patroli. Operasi water bombing dilakukan menggunakan dua unit helikopter dalam tiga sorti dengan total 264.000 liter air yang dijatuhkan.

"Water bombing dilakukan dua unit helikopter, tiga sorti, dan air yang ditumpahkan sebesar 264.000 liter air. Luas yang dipadamkan melalui water bombing ini kurang lebih 10 hektare," ucap dia.

Tim juga melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menghasilkan hujan buatan. Hasil operasi tersebut disebut Berton memicu hujan ringan di beberapa wilayah.

"OMC dilakukan satu unit pesawat dan dua sorti dilakukan, serta garam yang ditebarkan 2.000 kg," sambungnya.

Sementara itu, situasi di Sumatera Selatan terpantau terdapat 13 titik api. Jarak pandang di wilayah tersebut berada di bawah 2 kilometer, sementara kualitas udara secara umum berada pada kategori sedang.

"Proses belajar mengajar anak sekolah masih berjalan seperti biasa dan dianjurkan untuk menggunakan masker. Kehidupan sosial masyarakat berjalan normal, dan ketika melakukan aktivitas di luar rumah, di luar gedung, tentu kami menganjurkan untuk menggunakan masker," sambungnya.

 

Satgas Darat melakukan pemadaman di lima wilayah, yakni Muara Enim, Prabumulih, Ogan Ilir, Palembang, dan Ogan Komering Ulu Selatan. Dari operasi tersebut, sebanyak 9,25 hektare lahan berhasil dipadamkan.

"Satgas Udara juga bekerja dengan dua heli untuk memonitor titik-titik panas dan juga melihat sebaran asap ke arahnya mana. Water bombing dilakukan dengan empat unit, sebanyak tujuh sorti dilakukan, dan air yang ditumpahkan atau disebarkan melalui water bombing ini sebanyak 792.000 liter air. Luas yang dipadamkan melalui water bombing ini lebih dari 8 hektare," sambungnya.

Di wilayah Sumatera Selatan, tim tidak dapat melaksanakan OMC karena tidak terdapat potensi bibit awan di atmosfer.
 

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya