Gempa NTT Sisakan Trauma, Ratusan Anak Ikuti Trauma Healing di Manggarai

Arie Dwi Satrio, Jurnalis
Jum'at 04 September 2026 12:25 WIB
Anggota DPR RI, Pinka Haprani bersama anak-anak korban gempa NTT (Foto: dok ist)
Share :

JAKARTA - Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) tak hanya meninggalkan kerusakan, tetapi juga trauma bagi anak-anak. Kondisi tersebut mendorong Anggota DPR RI Pinka Haprani turun langsung ke Kabupaten Manggarai untuk membantu memulihkan kondisi psikologis para korban.

Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP) itu bersama belasan relawan menggelar kegiatan trauma healing bagi ratusan anak korban gempa di tenda pengganti ruang kelas SD Inpres Robo dan SMPN Satap Robo, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai.

Berbagai aktivitas digelar untuk mengembalikan keceriaan anak-anak, mulai dari bermain, menggambar, bernyanyi, membaca hingga mendengarkan dongeng dan bercerita. Anak-anak juga berbaur dengan para relawan yang berasal dari berbagai kampus di Ruteng, Kabupaten Manggarai.

“Kegiatan ini dalam rangka memulihkan trauma anak-anak pascagempa. Para korban berhak mendapat pendampingan psikososial,” kata Pinka, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan trauma healing tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP Taruna Merah Putih Rio Dondokambey yang juga Anggota DPR RI Fraksi PDIP serta Bendahara Umum DPP Taruna Merah Putih Stephanie Octavia.

 

Bupati Manggarai Heribertus Nabit juga hadir sepanjang kegiatan. Dia mengapresiasi kegiatan tersebut, terlebih program *trauma healing* direncanakan berlangsung selama 2-3 bulan ke depan.

Selain mengajak anak-anak bermain dan belajar, Pinka bersama para relawan juga menyalurkan sejumlah bantuan. Bantuan tersebut berupa buku gambar, buku cerita, bola voli, bola kaki, dua gitar akustik, dua set speaker portabel serta 30 sepeda anak.

Sebanyak 700 paket sembako turut diberikan kepada orang tua korban gempa. Sementara itu, relawan juga membagikan susu khusus kepada anak-anak PAUD.

Kepala SD Inpres Robo, Selviani Diata, mengapresiasi pendampingan yang diberikan kepada para siswa. Menurutnya, anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan masih membutuhkan pendampingan untuk memulihkan kondisi psikologis mereka pascagempa.

“Pihak sekolah berharap kegiatan trauma healing dapat dilakukan secara terus-menerus hingga kondisi anak-anak benar-benar bebas dari rasa trauma dan terbiasa dengan gempa susulan,” kata Selviani.
 

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya