Berton mengatakan, titik-titik api yang telah berhasil dipadamkan tetap menjalani proses pendinginan untuk memastikan api tidak kembali muncul.
“Perhatian kami terhadap Kalimantan Barat sangat besar akibat memang lahan gambut yang tebal yang terbakar, sehingga memang dibutuhkan penanganan dan pengawasan yang lebih lama, termasuk pendinginan untuk memastikan api tidak muncul kembali,” tuturnya.
Selain kebakaran, karhutla juga berdampak terhadap kualitas udara di Kalimantan Barat. Berton menyebut kualitas udara di sejumlah wilayah berada dalam kategori berbahaya dengan jarak pandang kurang dari satu kilometer.
Dia pun mengimbau masyarakat yang tetap beraktivitas di luar ruangan untuk menggunakan masker.
“Kualitas udara kategori berbahaya dengan jarak pandang di bawah 1 kilometer,” imbuhnya.
(Awaludin)