“Nah, untuk lama dan jam belajar dapat disesuaikan. Jam belajar dapat disesuaikan sesuai dengan situasi dan kondisi, tidak harus dilaksanakan penuh sebagaimana jadwal kegiatan pembelajaran yang normal,” ujar Mu'ti.
Ia menambahkan, materi pembelajaran juga dapat disesuaikan dengan kondisi bencana. Siswa dapat diberikan pemahaman mengenai keselamatan, kesehatan, serta pentingnya mengikuti informasi dan kebijakan dari pemerintah.
“Kemudian juga materi pembelajaran dapat juga, selain materi pembelajaran yang sesuai dengan jadwal, dapat diberikan materi tentang pengetahuan pada murid tentang pentingnya mereka menjaga keselamatan, pentingnya mereka senantiasa memiliki sikap yang tenang, dan tetap menjaga kesehatan serta tetap mengikuti informasi-informasi serta kebijakan dari pihak yang berwenang,” paparnya.
Mu'ti memastikan perlindungan, keselamatan, dan kesehatan warga sekolah menjadi prioritas dalam penyelenggaraan pendidikan di wilayah yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Kami sampaikan bahwa terkait dengan terjadinya musibah itu, kami menyampaikan bahwa perlindungan, keselamatan, serta kesehatan bagi warga sekolah ini kami pastikan untuk dapat menjadi prioritas,” ujarnya.
(Arief Setyadi )