BMKG Pantau Dampak Erupsi Anak Krakatau 24 Jam, Siagakan Penuh Alat Pemantauan

Binti Mufarida, Jurnalis
Minggu 06 September 2026 19:38 WIB
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani (Foto: Binti M/Okezone)
Share :

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berkomitmen memantau dampak erupsi Gunung Anak Krakatau selama 24 jam penuh. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko bencana susulan, seperti tsunami, sekaligus memprediksi sebaran abu vulkanik agar tidak mengganggu keselamatan penerbangan.
 
“Intinya adalah bahwa BMKG terus melakukan pemantauan selama 24 jam terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, khususnya terhadap atmosfer, kemudian penerbangan, dan kondisi laut di Selat Sunda yang terkait dengan potensi tsunami,” jelas Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers, Minggu (6/9/2026).

“Meski demikian, BMKG tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan pemantauan secara terus menerus,” jelasnya.
 
BMKG juga mengoptimalkan citra satelit untuk memantau pergerakan abu vulkanik. Berdasarkan data pukul 08.00 WIB, kata Fathani, sebaran abu vulkanik hingga ketinggian 20.000 kaki bergerak dominan ke arah timur, mencakup sebagian Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Sementara itu, abu vulkanik hingga ketinggian 50.000 kaki telah menyebar ke arah barat Gunung Anak Krakatau, mencakup Lampung, Bengkulu, Selat Sunda, dan Samudra Hindia.
 
Fathani mengatakan hasil pemantauan tersebut menjadi acuan dalam penerbitan Significant Meteorological Information (SIGMET), yakni peringatan dini bagi keselamatan penerbangan yang diperbarui secara berkala. “BMKG terus memperbarui informasi volcanic ash advisory dan SIGMET, sesuai perkembangan sebaran abu yang terus kita pantau secara bertahap,” tutur dia.
 
Fathani memastikan BMKG akan terus mengoptimalkan pemantauan multiinstrumen tersebut sekaligus memperkuat koordinasi dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perhubungan, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna memperoleh data yang akurat dalam memantau dampak erupsi tersebut. 

“Seluruh data dianalisis secara terpadu untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan akurat,” pungkasnya. 

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya