Insiden terbaru ini terjadi hanya dua hari setelah IRGC menyita sebuah drone bawah air milik AS di pintu masuk Selat Hormuz. Rekaman yang dirilis oleh Teheran memperlihatkan sosok yang tampak sebagai wahana bawah air otonom (autonomous underwater vehicle/AUV) Dive-LD buatan Anduril, yang mulai dioperasikan pada tahun 2025. Pihak Pentagon mengakui telah kehilangan wahana bawah air tersebut, namun menyatakan bahwa alat itu sudah usang dan rusak, serta tidak memuat data sensitif maupun peralatan rahasia.
Insiden-insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan maritim antara Amerika Serikat dan Iran.
AS telah menghancurkan beberapa kapal tanker minyak Iran setelah menuduh IRGC menembakkan rudal balistik ke arah kapal perang AS. Iran telah menyerang kapal-kapal AS serta kapal tanker komersial yang dituduh melanggar pembatasan terkait Selat Hormuz.
Konfrontasi ini sangat mengganggu lalu lintas di salah satu koridor energi terpenting dunia dan mendorong harga minyak mentah Brent melampaui angka USD107 per barel; sementara itu, di wilayah yang lebih jauh ke barat, pasukan Houthi yang bersekutu dengan Iran semakin memperketat kendali mereka atas Bab al-Mandeb, sebuah titik strategis vital lainnya yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia.
(Rahman Asmardika)