JAKARTA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)/OPM kembali melakukan aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil. Seorang sopir angkutan masyarakat ditemukan meninggal dunia setelah kendaraan yang dikemudikannya dibakar di jalur Wamena–Mbua, Papua Pegunungan.
Korban bernama Aris Sanda asal Toraja dibunuh KKB di Jalur Wamena menuju Mbua, Papua Pegunungan. Peristiwa tersebut viral di media sosial.
Aris diketahui selama ini melayani transportasi masyarakat sekaligus membawa logistik dan kebutuhan sehari-hari menuju wilayah pedalaman.
Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa aksi kekerasan OPM tidak hanya mengancam aparat keamanan, tetapi juga membahayakan masyarakat yang sedang menjalankan aktivitas sehari-hari.
Panglima Koops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memerintahkan jajarannya segera mengevakuasi jenazah serta memperkuat pengamanan wilayah dan melakukan pencarian terhadap pelaku.
"Korban adalah masyarakat sipil yang sedang bekerja untuk melayani kebutuhan masyarakat,”ujar Riyanto, Rabu (16/9/2026).
“Kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan. Para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku," tegas jenderal Kopassus tersebut.
Sementara itu, Kapuspen TNI Mayjen Mohammad Nas menambahkan, bahwa TNI tidak akan membiarkan kelompok bersenjata melakukan kekerasan secara terus-menerus terhadap masyarakat Papua.
"TNI akan terus melindungi masyarakat dan memastikan kelompok bersenjata tidak leluasa melakukan kekerasan terhadap warga sipil. Setiap tindakan kekerasan akan dihadapi secara tegas, profesional, terukur, dan sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.
Koops TNI Habema bersama aparat keamanan dan pemerintah daerah akan terus meningkatkan pengamanan, khususnya pada jalur transportasi dan wilayah yang menjadi akses penting bagi masyarakat, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap para pelaku.
(Fahmi Firdaus )