"Ya," jawab Subhan.
Sehari setelah keputusan tersebut, 28 November 2023, Kemenag mulai melakukan persiapan transportasi, akomodasi, hingga konsumsi jamaah. Subhan mengatakan, persiapan harus dilakukan sejak awal karena pengadaan layanan haji membutuhkan waktu panjang.
"Proses penyiapan itu kan tidak sebentar, waktunya kan lama. Maka, kita harus memulai," ujarnya.
Subhan juga menjelaskan persoalan kapasitas Mina setelah Indonesia memutuskan tidak lagi menggunakan Mina Jadid dan memilih menempatkan jamaah di zona 3 dan 4.
Menurut Subhan, Mina Jadid selama ini menjadi persoalan karena lokasinya cukup jauh dari Jamarat. Jarak kawasan tersebut disebut mencapai sekitar 7 hingga 8 kilometer.
Selain persoalan jarak, sebagian jamaah juga mempertanyakan status Mina Jadid secara syar'i karena secara geografis kawasan tersebut berada di wilayah Muzdalifah.
Karena alasan tersebut, Indonesia pada 2024 memutuskan meninggalkan Mina Jadid. Namun, keputusan itu memunculkan persoalan kapasitas. Sekitar 27.000 jamaah yang sebelumnya ditempatkan di Mina Jadid harus dicarikan lokasi baru.
Subhan mengatakan persoalan tersebut sebenarnya sudah dibahas sejak Desember 2023. Dalam rapat 21 Desember 2023, ia menyampaikan bahwa sekitar 27.000 jamaah yang sebelumnya berada di Mina Jadid harus mendapatkan lokasi baru jika Indonesia tidak lagi menggunakan kawasan tersebut.
"Ketika Arab Saudi membagikan kuota, itu seluruh jemaah itu sudah tersedia tempat di Mina. Tetapi di seluruh Mina itu belum kita menentukan di mananya," ujar Subhan.