WASHINGTON - Anggota DPR Amerika Serikat (AS), Delia Ramirez mengecam rencana perluasan permukiman E1 oleh Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Pernyataan tersebut disampaikan Ramirez, menyusul laporan mengenai pembangunan permukiman E1 yang disebut semakin memperluas wilayah permukiman Israel di Tepi Barat.
“Palestina adalah milik rakyat Palestina. Bukan milik pengembang dan pemukim Israel. Titik,” kata Ramirez, anggota Partai Demokrat, dilansir dari Aljazeera, Sabtu (19/9/2026).
Kawasan E1 atau East 1 berada di antara Yerusalem Timur dan Ma'ale Adumim. Rencana pembangunan di kawasan tersebut telah lama menjadi salah satu isu utama dalam konflik Israel-Palestina karena lokasinya yang strategis di Tepi Barat.
Menurut laporan Al Jazeera, pembangunan E1 dapat menghubungkan Ma'ale Adumim dengan Yerusalem Timur yang diduduki dan berpotensi memutus keterhubungan wilayah Tepi Barat.
Para pengkritik proyek tersebut menilai pembangunan permukiman di E1 dapat semakin menyulitkan terbentuknya negara Palestina yang memiliki wilayah terhubung.
Sementara itu, status permukiman Israel di wilayah pendudukan menjadi salah satu isu yang diperdebatkan dalam konflik Israel-Palestina. Pemerintah Israel dan pihak-pihak yang mendukung pembangunan permukiman memiliki pandangan berbeda mengenai status dan masa depan kawasan tersebut.
(Awaludin)