Ia menyebut pemberian kefiyyeh tersebut sekaligus menjadi ungkapan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan seluruh rakyat Indonesia atas dukungan yang selama ini diberikan kepada Palestina.
Momen tersebut semakin emosional ketika Al-Satarri memeluk Presiden Prabowo. Ia mengaku merasakan bahwa rakyat Palestina tidak sendirian dalam menghadapi situasi yang terjadi di Gaza dan Tepi Barat.
“Saya mungkin menangis setelah itu karena ketika saya memeluk beliau, saya merasa bahwa kami tidak sendirian. Indonesia berdiri bersama Palestina dan rakyat saya tidak sendirian di Gaza dan Tepi Barat,” ungkapnya.
Al-Sattari mengatakan dukungan Indonesia terhadap Palestina telah ia rasakan sejak tiba di Indonesia sekitar delapan bulan lalu. Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya datang dari Presiden Prabowo, tetapi juga dari berbagai pemimpin dan lapisan masyarakat Indonesia.
“Sejak saya tiba di Indonesia, selama delapan bulan, saya mulai merasakan dukungan yang sangat besar untuk Palestina. Dan ini bukan pertama kalinya Presiden menyampaikan tentang situasi di Palestina. Dalam berbagai pidatonya, dan juga para pemimpin Indonesia, mereka berbicara tentang Palestina,” ujarnya.