Momen ketika dirinya memeluk Presiden Prabowo juga meninggalkan kesan emosional yang mendalam. Al-Sattari mengaku merasakan, rakyat Palestina tidak menghadapi perjuangannya sendirian.
“Saya mungkin menangis setelah itu karena ketika saya memeluk beliau, saya merasa bahwa kami tidak sendirian. Indonesia berdiri bersama Palestina dan rakyat saya tidak sendirian di Gaza dan Tepi Barat,” ungkapnya.
Kepada masyarakat Indonesia, khususnya para santri dan keluarga besar Gontor, Dubes Al-Sattari menyampaikan harapan agar perhatian terhadap keadaan rakyat Palestina terus terjaga. Ia juga mengapresiasi dukungan yang selama ini hadir dari kampus, masyarakat, hingga media di Indonesia. Dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina sendiri merupakan bagian dari posisi resmi dan konsisten politik luar negeri Indonesia.
Dubes Al-Sattari pun menitipkan satu permintaan sederhana kepada masyarakat Indonesia, yakni doa bagi rakyat dan tanah airnya. “Kami membutuhkan dari rakyat Indonesia hanya satu hal, kami membutuhkan doa, hanya doa untuk rakyat saya, untuk negara saya, dan perjuangan kami. Dan kita akan bertemu bersama di Palestina,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )