Kepastian ini didapatkan setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes melakukan proses pencocokan DNA dari jasad yang ditemukan warga di pesisir Desa Kahyapu tersebut dengan sampel DNA pihak keluarga yang diserahkan melalui posko kepolisian. Hasil pengujian laboratorium menyatakan bahwa kedua sampel memiliki kecocokan yang identik.
Penemuan Abah Surakhman di perairan Bengkulu menjadi titik terang pertama sekaligus kabar duka yang mendalam setelah Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian massal beberapa waktu lalu. Korban diketahui merupakan bagian dari rombongan delapan orang, terdiri dari lima jurnalis, dua ABK, dan satu pemandu, yang dilaporkan hilang saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Adapun identitas korban yang hilang kontak dalam kapal tersebut yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakmman (60) selaku anak buah kapal (ABK), Heriyanto (49) selaku guide, M. Bagus Khoirunnas (jurnalis Antara), Arie Basuki (jurnalis Merdeka), Yudistiro Pranoto (jurnalis iNews), Firdaus Wajidi (jurnalis Anadolu), dan Donal Husni (freelance).
(Arief Setyadi )