"Jadi kalau untuk perpanjangan dan hingga saat ini, kami sudah melakukan koordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu dan Kantor SAR Lampung untuk wilayah pesisir dan para nelayan yang ada di sekitar. Hingga saat ini Bengkulu masih melaksanakan koordinasi dan itu nihil, termasuk yang di wilayah Lebak,” paparnya.
“Jadi e-broadcast yang kita lakukan ini termasuk pemapelan itu, kami libatkan dengan VTS, termasuk stasiun radio pantai, termasuk para nelayan, termasuk para masyarakat yang di sekitar pesisir, warga pesisir di sekitar Lampung, dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda disampaikan di informasi tersebut," tambahnya.
Sebagaimana diketahui, Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi jasad Surakman. Jenazah tersebut teridentifikasi dalam rangkaian proses pencarian rombongan jurnalis dan awak kapal yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penemuan Surakman berawal dari ditemukannya jasad pria di perairan Pulau Enggano, Bengkulu. Polda Banten dan Polda Bengkulu kemudian berkoordinasi untuk melakukan pencocokan data DNA dengan keluarga rombongan kapal yang hilang.
Jenazah Surakman rencananya akan dipindahkan ke Banten dari Bengkulu pada Kamis, 24 September 2026. Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), pihak keluarga berencana memakamkan almarhum pada siang hari di TPU Ki Demang, Carita, Banten.
(Rahman Asmardika)