JAKARTA – Pemerintah Indonesia secara tegas menyatakan bahwa upaya menjaga perdamaian di Gaza harus berjalan beriringan dengan pemulihan kehidupan masyarakatnya.
Pesan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono dalam High Level Roundtable on Gaza Early Recovery “From Sharm El-Sheikh to Phase II – Consolidating Peace and Early Recovery” di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-81.
Indonesia menilai, penghentian kekerasan, gencatan senjata, dan akses bantuan kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama. Namun pada saat yang sama, pemulihan layanan dasar, infrastruktur, dan penghidupan yang layak bagi masyarakat Gaza, Palestina juga harus segera dimulai.
“Bagi rakyat Gaza, perdamaian harus berarti lebih dari sekadar tidak adanya kekerasan. Mereka harus dapat membangun kembali kehidupan yang layak dan bermartabat,” kata Sugiono, Jumat (25/9/2026).
Sugiono melanjutkan, bantuan kemanusiaan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan mendesak saja, akan tetapi juga membantu masyarakat Gaza membangun kembali kehidupan mereka untuk jangka panjang.
“Pemulihan Gaza membutuhkan pasokan dan sumber daya yang memadai untuk mengembalikan layanan dasar dan membangun kembali infrastruktur,” ujarnya.
“National Committee for the Administration of Gaza juga dapat memainkan peran penting dalam proses tersebut,” tambahnya.
Sugiono juga menyampaikan bahwa seluruh proses rekonstruksi Gaza harus dipimpin dan dimiliki oleh rakyat Palestina (Palestinian-led and Palestinian-owned).