Selain masyarakat umum, mahasiswa juga diajak mengambil bagian melalui edukasi dan penyebaran informasi yang benar mengenai karhutla. Pemerintah menilai kolaborasi antara pemerintah, aparat, relawan, mahasiswa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana karhutla.
Agustiar menegaskan, bantuan sosial yang diberikan merupakan langkah jangka pendek untuk meringankan beban masyarakat. Dalam jangka menengah dan panjang, pemerintah akan terus mendorong program pembangunan dan pemberdayaan agar masyarakat Kalteng mendapatkan manfaat yang lebih besar.
“Selama masyarakat masih membutuhkan, Insyaallah pemerintah hadir untuk itu,” ujar Agustiar.
Dengan penyaluran bantuan yang dilakukan secara bertahap di sejumlah kabupaten dan kota, Pemprov Kalteng menegaskan komitmennya untuk memastikan masyarakat yang terdampak karhutla tetap mendapatkan kebutuhan dasar, perlindungan kesehatan, dan dukungan sosial selama menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan serta musim kemarau.
(Awaludin)