Karhutla Melanda 7 Daerah di Kalteng, Pemerintah Salurkan Pangan hingga Air Bersih

Awaludin, Jurnalis
Jum'at 25 September 2026 14:44 WIB
Kebakaran Hutan (foto: BNPB)
Share :

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam kabupaten dan satu kota. Bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan pangan, bantuan tunai, air bersih, hingga dukungan kesehatan.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran turun langsung menyalurkan bantuan di sejumlah wilayah, mulai dari kebutuhan pangan, bantuan tunai, air bersih hingga perlindungan kesehatan.

Bantuan tersebut disalurkan di enam kabupaten dan satu kota, yakni Kota Palangka Raya serta Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, Barito Selatan, Murung Raya, Barito Utara, dan Barito Timur. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah, aparat, relawan, serta unsur masyarakat.

Di Kota Palangka Raya, Agustiar secara langsung mendatangi masyarakat terdampak karhutla di Kelurahan Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu. Di wilayah tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan pangan, air bersih, masker, dan vitamin, sekaligus memastikan warga mendapatkan akses layanan kesehatan.

Dalam penyaluran lainnya di wilayah Kota Palangka Raya, bantuan tunai KHBS Tahap II diberikan kepada 608 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kalampangan dengan nilai Rp250 ribu per KPM. Di Kelurahan Palangka, bantuan serupa menjangkau 2.407 KPM. Masyarakat juga mendapatkan bantuan pangan, masker, dan vitamin.

 

Perhatian Pemprov Kalteng juga diberikan kepada kelompok mahasiswa yang terdampak karhutla. Sebanyak 3.000 mahasiswa menerima paket sembako yang terdiri atas 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir. Selain itu, setiap mahasiswa mendapatkan multivitamin, masker KN95, serta bantuan tunai sebesar Rp100 ribu.

Bantuan tidak hanya menyasar masyarakat di ibu kota provinsi. Gubernur Agustiar juga melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kabupaten terdampak karhutla, termasuk Pulang Pisau, Kapuas, Barito Selatan, Murung Raya, Barito Utara, dan Barito Timur.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalteng memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi.

Di Kabupaten Barito Selatan, misalnya, Pemprov Kalteng menyalurkan 6.000 paket sembako kepada masyarakat. Selain itu, sebanyak 560 tabung LPG 3 kilogram juga diberikan kepada masyarakat kurang mampu serta sejumlah kelompok penerima lainnya.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan di tengah kondisi kemarau dan dampak karhutla yang turut menyebabkan keterbatasan air bersih.

Agustiar menegaskan, bahwa bantuan pemerintah harus diberikan berdasarkan kebutuhan dan tepat sasaran. Pemprov Kalteng sendiri menyiapkan penyaluran bantuan pangan bagi sekitar 140.000 kepala keluarga (KK) di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, terutama masyarakat yang terdampak dan memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan.

"Yang benar-benar berhak menerima, itulah yang harus mendapatkan bantuan," tegas Agustiar dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).

 

Menurutnya, penanganan dampak karhutla tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan pangan. Pemerintah juga harus memperhatikan kebutuhan air bersih, kesehatan, pendidikan, serta keselamatan masyarakat dan relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Untuk mengatasi persoalan air bersih akibat kemarau, Pemprov Kalteng terus memperkuat dukungan melalui distribusi air serta pembangunan dan pemanfaatan sumur bor.

Di bidang kesehatan, masyarakat terdampak mendapatkan masker dan vitamin untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.

Pemprov Kalteng juga memberikan perhatian kepada para relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla. Gubernur menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan kebijakan perlindungan berupa asuransi bagi relawan karhutla di seluruh Kalimantan Tengah.

Sementara itu, penanganan karhutla di tingkat lapangan terus dilakukan secara terpadu. Berdasarkan laporan BPBPK Kalteng pada 17 September 2026, dalam 24 jam tercatat 63 kejadian karhutla dengan total lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 115,35 hektare.

Penanganan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPK Swakarsa, relawan, dan unsur terkait lainnya.

Agustiar juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah meluasnya karhutla, terutama dengan tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta menggunakan masker dan menjaga kesehatan selama kualitas udara terdampak kabut asap.

 

Selain masyarakat umum, mahasiswa juga diajak mengambil bagian melalui edukasi dan penyebaran informasi yang benar mengenai karhutla. Pemerintah menilai kolaborasi antara pemerintah, aparat, relawan, mahasiswa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana karhutla.

Agustiar menegaskan, bantuan sosial yang diberikan merupakan langkah jangka pendek untuk meringankan beban masyarakat. Dalam jangka menengah dan panjang, pemerintah akan terus mendorong program pembangunan dan pemberdayaan agar masyarakat Kalteng mendapatkan manfaat yang lebih besar.

“Selama masyarakat masih membutuhkan, Insyaallah pemerintah hadir untuk itu,” ujar Agustiar.

Dengan penyaluran bantuan yang dilakukan secara bertahap di sejumlah kabupaten dan kota, Pemprov Kalteng menegaskan komitmennya untuk memastikan masyarakat yang terdampak karhutla tetap mendapatkan kebutuhan dasar, perlindungan kesehatan, dan dukungan sosial selama menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan serta musim kemarau.
 

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya