Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Modifikasi Cuaca Sulit Dilakukan di Lokasi Karhutla, BMKG Ungkap Alasannya

Felldy Utama , Jurnalis-Kamis, 24 September 2026 |17:30 WIB
Modifikasi Cuaca Sulit Dilakukan di Lokasi Karhutla, BMKG Ungkap Alasannya
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.
A
A
A

JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengakui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di lokasi prioritas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) cukup sulit dilakukan. Minimnya potensi awan hujan di puncak musim kemarau menjadi kendala utama tim di lapangan.

Keterangan tersebut disampaikan Faisal menjelang Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada mitigasi karhutla di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Faisal menjelaskan, penanganan karhutla dari udara terus digencarkan melalui dua metode utama, yakni modifikasi cuaca dan pengeboman air (water bombing). Namun, pelaksanaan modifikasi cuaca kini menghadapi kendala alam.

"Sekarang untuk operasi modifikasi cuaca ini cukup sulit karena potensi awan konvektif sangat rendah di puncak-puncak musim kemarau ini," kata Faisal.

Melihat kondisi tersebut, ia menyebut operasi modifikasi cuaca kini dijalankan secara situasional. Kendati demikian, armada pesawat di setiap provinsi tetap disiagakan untuk berpatroli memantau pergerakan awan.

"Tapi kemudian apabila ada potensi awan, segera berubah menjadi modifikasi cuaca. Saya kira itu ya," ujarnya.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement