90 Persen Bencana Disebut Hidrometeorologi
Mengutip data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumhur mengatakan, sekitar 90 persen bencana di Indonesia merupakan bencana hidrometeorologi.
"Karena kita merusak lingkungan, kita tidak bisa menjaga ketahanan tanah kita, tanaman, tumbuhan kita sehingga terjadi longsor, banjir bandang dan sebagainya. Itu karena ulah manusia," katanya.
Ia membandingkan bencana hidrometeorologi dengan gempa bumi yang disebutnya sebagai bencana alam yang tidak dapat dicegah melalui intervensi manusia.
"Karena bencana hidrometeorologi ulah manusia, maka manusia harus berubah. Sekarang salah satu yang diamanatkan kepada kami, KLH adalah memastikan bahwa semua sumber-sumber yang pernah dirusak untuk dipulihkan," ujarnya.
Jumhur mengatakan, apabila kerusakan lingkungan disebabkan korporasi, perusahaan tersebut harus melakukan pemulihan. Hal yang sama berlaku bagi pihak lain yang menyebabkan kerusakan lingkungan.
"Termasuk masyarakat yang mengotori sungai dan sebagainya, tapi kita (KLH) akan membantu," katanya.
Jumhur juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah plastik sembarangan karena sulit terurai. Menurut dia, pemerintah akan menyiapkan langkah, termasuk menyediakan tempat sampah di sepanjang aliran sungai.