Dia menilai kebutuhan tersebut perlu disinergikan dengan program pemerintah daerah agar pengembangan Olifeo tidak berhenti pada potensi lahan. Infrastruktur dasar dan sarana produksi harus disiapkan agar petani dapat meningkatkan luas lahan yang digarap sekaligus produktivitas pertanian.
Dorongan itu disampaikan Mesak setelah sebelumnya mendampingi Bupati Kupang Yosep Lede meninjau kawasan Olifeo dan melihat langsung kondisi lahan pertanian serta akses menuju kawasan tersebut. Dalam kunjungan itu, Bupati disebut meminta Dinas Pertanian dan PUPR segera mengambil langkah agar musim tanam pertama 2027 dapat dikerjakan.
Bagi Mesak, perhatian pemerintah terhadap Olifeo perlu ditindaklanjuti dengan program yang konkret. Sebab, pengembangan lahan pertanian tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi keluarga petani.
“Petani berharap ada perhatian pemerintah terhadap persoalan yang dihadapi. Karena dengan begitu potensi lahan bisa dioptimalkan,” ujar politisi berusia 54 tahun ini.
Dorongan terhadap pengembangan lahan dan sarana pertanian tersebut sejalan dengan komitmen Perindo Pro Ekonomi, yang mendorong penguatan aktivitas ekonomi masyarakat melalui sektor-sektor produktif. Optimalisasi lahan Olifeo diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memperluas peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga petani.
(Zen Teguh)