JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melantik Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta. Sebanyak 26 wantimpres yang dilantik, hari ini, Jumat (2/10/2026).
Prabowo mengambil sumpah jabatan yang kemudian diikuti oleh para Wantimpres. Pelantikan pun berjalan dengan khidmat yang juga dihadiri sejumlah pejabat negara.
"Saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," demikian petikan sumpah yang dibacakan Prabowo di Istana Negara, Jakarta.
Profil Anwar Usman
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman menjadi salah satu dari 26 anggota Wantimpres Presiden Prabowo Subianto yang dilantik di Istana Negara.
Adik ipar mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini didapuk menjadi anggota Wantimpres berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/P 2026 tentang Pengangkatan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti.
Anwar Usman adalah sosok yang mengawali kariernya sebagai guru honorer di tahun 1975, sempat menjadi Hakim Konstitusi, dan akhirnya menjadi Ketua Mahkamah Agung.
Mengutip dari laman Mahkamah Konsitusi RI, Anwar Usman lulus dari SDN 03 Sila, Bima pada tahun 1969 dan kemudian memutuskan meninggalkan desa dan orangtuanya untuk melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) selama 6 tahun hingga 1975.
Lulus dari PGAN pada 1975, ia kemudian merantau lebih jauh lagi yaitu ke Jakarta dan langsung menjadi guru honorer di SD Kalibiru.
Selama menjadi guru, Anwar melanjutkan pendidikannya ke jenjang S1 di Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta dan lulus tahun 1984.
Sukses meraih gelar Sarjana Hukum di tahun 1984, Anwar kemudian mencoba tes menjadi calon hakim.
Keberuntungan berpihak padanya karena ia dapat lulus dan diangkat menjadi Calon Hakim Pengadilan Negeri Bogor di tahun 1985.
Ia sempat melanjutkan pendidikannya untuk mendaptatkan gelar Doktor di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Setelah itu, kariernya pun melesat dan sempat menangani beberapa jabatan seperti Asisten Hakim Agung dari tahun 1997-2003, kemudian berlanjut ke pengangkatannya sebagai Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung dari tahun 2003-2006.
Di tahun 2005, ia diangkat menjadi Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta dengan tetap dipekerjakan sebagai Kepala Biro Kepegawaian.
Selanjutnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung sejak 2006-2011,Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Periode Pertama 14 Januari 2015-11 April 2016, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Periode Kedua pada 11 April 2016 - 2 April 2018).
Setelah itu, Hakim Konstitusi Periode Pertama 6 April - 6 April 2016, Hakim Konstitusi Perode Kedua 6 Aprl 2016 - 6 April 2026, serta Ketua Mahkamah Konsitusi sejak 2 April 2018 - 2 Oktober 2020.
(Fahmi Firdaus )