Bimo berharap kepemimpinan Polri ke depan tetap melanjutkan program yang telah memberikan manfaat sekaligus melakukan evaluasi terhadap hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Dia menilai tantangan Polri semakin kompleks. Selain kejahatan konvensional, kepolisian harus menghadapi kejahatan siber, narkotika, kejahatan ekonomi, hingga berbagai modus baru yang berkembang mengikuti kemajuan teknologi.
Di sisi lain, tuntutan masyarakat terhadap profesionalisme, transparansi, dan kualitas pelayanan kepolisian juga semakin tinggi. “Anggota yang bekerja baik harus dilindungi dan diperhatikan kesejahteraannya. Sebaliknya, kalau ada anggota yang mencederai kehormatan institusi, harus ada evaluasi dan tindakan. Dengan cara itulah kepercayaan masyarakat kepada Polri dapat terus diperkuat,” ujar Bimo.
Bimo berharap pengalaman panjang Suyudi, dari penugasan di tingkat Polsek hingga memimpin BNN, dapat menjadi modal dalam menghadapi tantangan kepolisian yang semakin kompleks.
“Kami keluarga besar KBPP Polri berharap kepemimpinan ke depan mampu membawa Polri semakin profesional, modern, tegas dalam penegakan hukum, tetapi tetap humanis dan dekat dengan masyarakat. Perjalanan dari tingkat Polsek, Polres, Polda hingga memimpin BNN merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk memahami institusi dari berbagai tingkatan,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )