“Kami mengapresiasi langkah pemerintah bersama berbagai pihak yang memberikan beasiswa pendidikan tinggi bagi mahasiswa asal Palestina di Indonesia. Mendorong pemerintah, parlemen, dan semua komponen bangsa untuk tampil lebih proaktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” tambahnya.
Selain persoalan kemanusiaan global, PKS dan MUI juga membahas persoalan lingkungan dan perubahan iklim. Menurut AMY, penyelesaian masalah ekologis merupakan bagian dari wujud Islam rahmatan lil'alamin.
“Isu lingkungan, keadilan iklim, dan keadilan ekologis merupakan bagian dari nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Kami membahas perlunya regulasi perubahan iklim yang berkeadilan. Memastikan masyarakat yang paling terdampak (terutama kelompok rentan) mendapat perlindungan, penegakan hukum yang tegas terhadap pihak yang merusak lingkungan, sekaligus memastikan keberlangsungan ekosistem alam bagi generasi berikutnya,” tegasnya.
Terakhir, PKS dan MUI juga menyoroti persoalan kesehatan mental generasi muda yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian lebih serius dari keluarga, tokoh agama, masyarakat, dan negara.
“Islam hadir untuk menjaga jiwa. Hifzh al-nafs adalah salah satu tujuan utama syariat atau Maqashid Syariah. Karena itu, menjaga kesehatan mental generasi muda juga merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan kebangsaan kita. Menjaga jiwa generasi muda hari ini berarti menjaga masa depan bangsa,” pungkasnya.
(Awaludin)