BERLIN – Mantan Kepala Badan Intelijen Jerman, August Hanning, ditangkap atas dugaan spionase dan pengkhianatan, menurut laporan media. Kasus ini diselidiki jaksa sebagai sebuah skandal intelijen besar.
Jaksa federal sedang menyelidiki Hanning dan seorang mantan pegawai dinas intelijen (Bundesnachrichtendienst/BND) lainnya yang diidentifikasi sebagai Manfred D., menurut surat kabar Bild dan Süddeutsche Zeitung.
Hanning diduga membayar Manfred D. untuk mendapatkan informasi rahasia dan kemungkinan meneruskannya ke pihak asing.
Polisi menangkap Hanning di kediamannya dekat Muenster pada Selasa (6/10/2026), sementara Manfred D. ditahan di Bavaria. Para penyelidik juga menggeledah sejumlah lokasi di Bavaria dan Berlin.
Manfred D., yang merupakan mantan kepala kantor di bawah Hanning, diduga memasok materi sangat rahasia milik BND kepada Hanning dengan imbalan uang hingga setidaknya tahun 2022.
Penyelidik meyakini bahwa sekitar 2.000 dokumen telah diserahkan kepada Hanning, termasuk laporan sensitif mengenai program nuklir Iran dan militer Rusia.
Laporan-laporan tersebut, yang disiapkan untuk pengarahan intelijen tingkat tinggi di Kantor Kanselir, juga memuat materi dari dinas intelijen negara mitra.
Pejabat Jerman memperingatkan bahwa kebocoran semacam itu dapat merusak kepercayaan antara BND dan badan intelijen negara-negara sekutu.