JAKARTA - Sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi kondisi kering pada akhir September 2026. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah akibat dinamika atmosfer yang memengaruhi pembentukan awan hujan.
“Kondisi ini senada dengan hasil pemantauan curah hujan pada Dasarian III September, di mana sebanyak 70,59% wilayah Indonesia mengalami hujan kategori rendah, 27,48% kategori menengah, dan hanya 1,93% yang mengalami curah hujan kategori tinggi,” tulis BMKG, dikutip dari laman resminya, Jumat (9/10/2026).
BMKG mengungkapkan, kondisi tersebut sejalan dengan fenomena iklim global, yakni Indian Ocean Dipole (IOD) positif dengan indeks rata-rata bulanan September sebesar +0,72. Sementara itu, anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3.4 pada periode Juli–Agustus–September (JAS) mencapai +2,70. Angka tersebut mengindikasikan bahwa fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat masih berlangsung.
“Kondisi tersebut turut memberikan pengaruh terhadap berkurangnya pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia,” ungkap BMKG.
Selain itu, hasil pengamatan citra satelit Himawari menunjukkan adanya sebaran asap di sejumlah wilayah, meliputi sebagian besar Sumatera dan Kalimantan, serta beberapa wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi karhutla masih perlu diwaspadai, khususnya di wilayah dengan curah hujan rendah dan kondisi vegetasi yang semakin kering,” papar BMKG.