Setelah dicampurkan dengan air, material tersebut akan membentuk gel. Paolo menjelaskan, gel itu akan terurai dengan sendirinya setelah 72 jam.
“Penyemprotan air yang bercampur material ini mampu 10 kali lebih efektif dibandingkan pemadaman api hanya dengan air,” ujarnya.
Uji coba ini melibatkan Satuan Tugas Darat yang terdiri atas personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Manggala Agni. Sebelum menuju lokasi, tim penyedia memberikan pengarahan mengenai penggunaan material dan aspek keamanannya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyuasin, Reza Agust Perdana, menilai penggunaan material tersebut memberikan hasil lebih baik dibandingkan pemadaman menggunakan air biasa. Sebelumnya, Realiza Anti Chamas juga telah diuji coba di salah satu desa di Banyuasin.
“Hasilnya memang api cepat padam dan tidak menimbulkan asap,” ungkap Reza.
Menurut Reza, hasil pemadaman menggunakan air tanpa campuran material berbeda. Pada kebakaran di lahan gambut, pemadaman dengan air biasa masih menghasilkan asap.
“Kami berharap material ini dapat dimanfaatkan untuk pemadaman karhutla di lahan gambut,” ujarnya.
Uji coba tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan, Bupati Banyuasin, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
(Awaludin)