JAKARTA — Sebanyak 498 jiwa terdampak dan 120 unit rumah terendam akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat. Bencana ini juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur permukiman hingga memutus akses jalan warga.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang hingga Sabtu pukul 22.45 WIB, banjir merendam tiga kecamatan, yaitu Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Wilayah terdampak mencakup Kelurahan Kuranji, Lubuk Minturun, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Tabing Banda Gadang, dan Gurun Laweh.
"Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 498 jiwa terdampak di sejumlah wilayah. Selain itu, sekitar 120 unit rumah terendam banjir," demikian keterangan resmi akun Instagram Pusdalops BPBD Kota Padang (@pusdalopskotspadang), Minggu (11/10/2026).
Khusus di Kecamatan Kuranji, BPBD mencatat empat unit rumah mengalami rusak sedang dan satu unit rumah rusak berat. Bencana ini juga menyebabkan akses jalan utama masyarakat di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, terputus total.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 238 warga dari lokasi banjir. Rinciannya meliputi 20 jiwa di Lapau Munggu (Kelurahan Kuranji), 5 jiwa di Guo (Kelurahan Kuranji), 30 jiwa di Perumahan Abi (Koto Panjang Ikua Koto), 5 jiwa di Kampung Apa (Koto Panjang Ikua Koto), serta 178 jiwa di Perumahan Lumin Park (Lubuk Minturun).
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, seperti banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.
"Masyarakat yang berada di sekitar daerah aliran sungai, kawasan rawan banjir, serta area berstruktur tanah labil diminta untuk selalu memantau kondisi lingkungan dan segera menjauhi lokasi berbahaya apabila terjadi peningkatan debit air," tegasnya.
(Rahman Asmardika)