Pada Kamis (8/10/2026), Rusia menyatakan telah merampungkan pemeriksaan kesehatan terhadap semua orang yang pernah melakukan kontak dengannya serta memberikan informasi lengkap kepada WHO sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Para pejabat kesehatan global senantiasa waspada terhadap kasus pneumonia fatal yang penyebabnya tidak diketahui sejak pandemi COVID-19, yang bermula dari klaster penyakit pernapasan yang menyebar dengan cepat di Tiongkok.
Namun, penyebab kasus pneumonia pada individu sering kali tetap tidak diketahui.
Penyakit pes, yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis, bersifat endemik pada satwa liar di Siberia, meskipun penularan pada manusia tergolong jarang terjadi.
Pes pneumonik merupakan bentuk penyakit yang paling berbahaya karena menular melalui udara dan dapat berakibat fatal dalam waktu satu hingga enam hari jika tidak diobati dengan antibiotik.
(Rahman Asmardika)