Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Putu Kholis Aryana, menaruh perhatian terhadap penggunaan media sosial sebagai sarana merencanakan tawuran.
Menurutnya, komunikasi yang bermula di ruang digital dapat berkembang menjadi kekerasan apabila tidak segera dicegah. Karena itu, pengawasan dan komunikasi antara orang tua, sekolah, dan anak menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
“Tawuran bukan bentuk keberanian, melainkan tindakan yang membahayakan keselamatan dan masa depan anak-anak kita. Kami mengajak orang tua, guru, dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap pergaulan serta aktivitas anak di media sosial. Jika mengetahui adanya ajakan tawuran, segera sampaikan kepada pihak sekolah atau kepolisian agar dapat dicegah sebelum menimbulkan korban,” pungkasnya.
(Awaludin)