Kerusuhan di Prancis: 2.300 Orang Ditangkap dan Hampir 1.000 Polisi Terluka

Arief Setyadi , Jurnalis
Selasa 20 Oktober 2026 12:36 WIB
Kerusuhan di Prancis (Foto: Ist)
Share :

Secara keseluruhan, lebih dari 2.330 orang ditahan polisi selama akhir pekan. Menteri Kehakiman Gerald Darmanin mengatakan sekitar 70 persen dari mereka merupakan orang dewasa.

Sementara aksi penjarahan masih berlanjut pada Minggu. Wali Kota Paris Emmanuel Gregoire pada Senin 20 Oktober mengungkapkan sekitar 30 toko di ibu kota menjadi sasaran penjarahan sehari sebelumnya. Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai sesuatu yang tak tertahankan.

Kerusuhan itu dikaitkan dengan gerakan rompi kuning atau Yellow Vests, yang sebelumnya menggelar aksi protes populis selama berminggu-minggu pada periode 2018 hingga 2020, terutama untuk menentang kenaikan harga bahan bakar.

Gelombang kerusuhan juga terjadi setelah beberapa pekan aksi protes pelajar sekolah menengah yang menyoroti padatnya kelas, kekurangan guru, serta minimnya investasi di sektor pendidikan. Gerakan yang dipimpin kaum muda tersebut disebut sebagai salah satu gelombang protes terbesar di negara itu dalam beberapa waktu terakhir.

Situasi ini menambah tekanan terhadap pemerintah menjelang pemilihan presiden Prancis yang dijadwalkan berlangsung enam bulan kemudian. Pemerintah juga menghadapi tantangan ekonomi yang melemah dan utang nasional yang terus meningkat. Menurut France24, gerakan rompi kuning yang menyerukan gelombang demonstrasi baru pada Sabtu.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya