Lula juga menyampaikan terima kasih kepada para pemilih yang telah memberikan suara untuk mempertahankan demokrasi di Brasil.
"Saya berterima kasih kepada semua orang yang memilih untuk mengamankan demokrasi di negara ini," ujarnya.
Kemenangan tersebut menorehkan sejarah baru dalam politik Brasil. Lula menjadi kandidat pertama dalam sejarah pemilihan presiden modern negara itu yang berhasil membalikkan kekalahan pada putaran pertama menjadi kemenangan pada putaran kedua.
Edinho Silva, pimpinan Partai Buruh yang menaungi Lula, menyebut hasil tersebut sebagai titik balik bagi demokrasi Brasil melalui unggahan di media sosial. Ia juga membagikan video para pendukung yang merayakan kemenangan dengan meneriakkan nama Lula.
Namun, kemenangan Lula diwarnai penolakan dari kubu lawannya. Flavio Bolsonaro sejauh ini menolak mengakui kekalahan dan mengisyaratkan akan menempuh jalur hukum untuk menggugat hasil pemilu.
Bolsonaro mempersoalkan keputusan pengadilan yang memperpanjang waktu pemungutan suara selama dua jam. Ia menilai kebijakan tersebut mengubah aturan ketika proses pemilihan sedang berlangsung.
“Tidak mungkin untuk mengakui hasilnya,” kata Bolsonaro dalam pidato singkatnya.
Ia menuduh Mahkamah Agung telah "mengubah aturan main di tengah pertandingan" dan menyatakan akan berupaya membatalkan hasil pemilu.
(Awaludin)