Hingga kini, belum ada komentar langsung dari pihak Houthi terkait kematian El Shami. Kelompok tersebut sebelumnya menyatakan bahwa orang-orang yang ditahan merupakan bagian dari jaringan mata-mata yang bekerja untuk Amerika Serikat dan Israel.
Houthi juga menuduh organisasi kemanusiaan memanfaatkan kegiatan mereka sebagai kedok untuk menjalankan operasi intelijen. Namun, kelompok tersebut tidak menyertakan bukti atas tuduhan itu.
Kelompok Houthi merebut ibu kota Yaman, Sana'a, pada 2014. Peristiwa tersebut memicu intervensi militer koalisi pimpinan Arab Saudi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Konflik berkepanjangan itu kemudian memecah wilayah Yaman. Houthi menguasai Sana'a serta sebagian besar wilayah utara dan barat laut, sementara pasukan yang bersekutu dengan pemerintah mengendalikan sebagian besar wilayah selatan dan timur negara tersebut.
(Arief Setyadi )