Daryono mengatakan, peristiwa ini menjadi bukti bahwa lempeng samudra yang telah menunjam hingga kedalaman ratusan kilometer masih mengalami deformasi dan melepaskan energi seismik. Gempa dalam juga memperlihatkan bahwa dinamika tektonik tidak hanya berlangsung di kerak Bumi, tetapi terus bekerja jauh di dalam interior Bumi.
"Meskipun magnitudonya cukup besar, kedalaman sumber gempa yang mencapai 535 km menyebabkan energi guncangan mengalami pelemahan sebelum mencapai permukaan, sehingga potensi kerusakan relatif kecil," kata Daryono.
Daryono menggungkapkan hingga pagi ini, belum terdapat laporan kerusakan sebagai dampak gempa. Gempa ini juga tidak berpotensi menimbulkan tsunami, karena sumbernya sangat dalam dan tidak menyebabkan deformasi dasar laut untuk membangkitkan tsunami.
"Peristiwa Gempa Fiji ini menjadi pengingat bahwa sistem subduksi merupakan mesin tektonik 3 dimensi yang tetap aktif hingga ratusan kilometer di bawah permukaan Bumi," pungkasnya.
(Awaludin)