JAKARTA - Aktivis dari gerakan Terus Jadi Anti Pembual (Terjal), Luke Susilo menjadi korban dugaan penganiayaan oleh dua orang tidak dikenal di kawasan sekitar Penggilingan, dekat Pengadilan Negeri Jakarta Timur, pada Kamis (5/11) malam.
Akibat peristiwa tersebut, Luke mengalami luka robek serius di bagian bawah mata hingga harus mendapat penanganan spesialis bedah plastik.
“Kejadiannya pukul 23.00 WIB saat hendak pulang menuju Halte Busway Penggilingan usai memantau jalannya persidangan dugaan ijazah palsu Jokowi,”ujar Luke kepada iNews Media Group, dikutip, Minggu (8/11/2026).
Mendengar hal itu, Luke spontan melempar celotehan mengenai isu makar dan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret nama mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Saya tidak menoleh ke belakang, saya hanya bersuara saja 'Kalau makar dihukum mati!'. Tiba-tiba bapak itu langsung menghampiri saya dan terjadi konflik verbal," ujar Luke.
Eskalasi konflik meningkat ketika situasi memanas dan Luke mengeluarkan telepon seluler miliknya untuk mendokumentasikan kejadian tersebut. Terduga pelaku yang panik lantaran enggan direkam berusaha merebut dan membanting HP korban hingga terjadi kontak fisik.
Perselisihan tersebut berujung pada aksi kekerasan fisik di tangga akses menuju halte busway. Terduga pelaku mencekik leher Luke dan melayangkan pukulan keras ke arah wajah.
"Pukulan itu mengenai bagian bawah mata saya sampai robek. Setelah dianalisis dokter bedah plastik, lukanya hampir mengenai tulang. Beruntung tidak sampai kena tulang, tapi tetap harus dijahit oleh dokter spesialis bedah plastik," papar Luke.