Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tertabrak KA, Tubuh Pelajar Tercerai Berai

Abdul Malik Mubarok , Jurnalis-Senin, 30 Juni 2008 |17:30 WIB
Tertabrak KA, Tubuh Pelajar Tercerai Berai
A
A
A

PURWOREJO - Dua orang pelajar SLTP tewas seketika tertabrak kereta api Sawunggalih di rel kereta api yang berada di RT 02/RW 04 Kelurahan Sidurjan Kabupaten Purworejo.

Kedua korban adalah Samudra Perdana Kusuma Negara (15), warga gang Kauman I RT 05/RW 08, Kelurahan Sindurjan, dan Heri Tri H (15) warga RT 01/RW 06, Kelurahan yang sama. Masing-masing merupakan siswa SMPN 15 Sindurjan dan SMP Bruderan Purworejo.

Berdasarkan data yang dihimpun, jenazah Dana (panggailan akrab Samudera) dan Heri ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB seorang pemulung Dwi (10), saat dia sedang mencari rongsok. Ketika ditemukan kondisi tubuh korban sangat mengenaskan. Bagian tubuh korban banyak yang tercerai berai. Bahkan kepala Samudera ditemukan terlepas dari tubuhnya.

"Saya mau mencari rongsok. Saat berjalan menyusuri rel, saya melihat ada kepala. Saya kaget dan berteriak-teriak," tutur Dwi menjelaskan awal penemuan mayat tersebut, Senin (30/6/2008).

Mendengar teriakan itu, warga segera berdatangan di lokasi kejadian ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Sesampai di tempat sumber suara, warga pun tersontak melihat dua mayat tergeletak kaku. Warna kulitnya pucat menghijau.  

Menurut saksi lain, Triyogo (51), kondisi jenazah Heri lebih baik dibandingkan Dana. Siswa SMP Bruderan itu hanya mengalami luka di wajah dan kaki patah. Sedangkan jenazah Dana amat mengenaskan. Kepalanya terpisah dari raga dan tangannya lepas dari tubuhnya.

"Tubuhnya tercerai. Potongannya ada tiga. Kepala, tangan, dan badan," ujar Triyogo.

Warga di sekitar TKP menduga, keduanya tertabrak kereta saat tidur-tiduran di rel kereta. Diperkirakan Dana dan Heri ketiduran di tempat itu setelah nonton bareng pertandingan sepak bola Euro 2008. Keduanya kedapatan membawa karpet dan spanduk untuk tidur. Untuk diketahui, jalur rel itu memang sering digunakan tempat nongkrong pemuda sekitar.

Pada malam hari rel kereta itu memang tidak pernah dilewati kereta. Hanya pada pagi hari dan sore hari rel tersebut dilewati KA. Sesuai jadwal satu gerbong kereta dari Kutoarjo menjemput penumpang di stasiun Purworejo sekitar 05:00 WIB. Setengah jam kemudian kembali lagi ke stasiun Kutoarjo membawa penumpang. Pada sore hari juga seperti itu.

Tak lama setelah ditemukan, petugas kepolisian dan PMI kota Purworejo segera mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke RSUD Saras Husada untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

"Jasad kami serahkan kepada keluarga. Karena tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Namun kami akan lidik lebih lanjut, mengapa keduanya sampai tidur di rel," kata Kapolres Purworejo AKBP Asjima'in.

Sementara itu, Bayu Prahatnolo (28), paman Dana, mengaku sejak dini hari sudah sudah mengetahui kabar bahwa ada warga yang tertabrak kereta. Dia tidak mengira kalau ternyata itu adalah keponakannya yang merupakan anak terakhir dari empat bersaudara pasangan Widaryati dan Nugroho.

"Ibunya sudah bisa menerima cobaan ini," kata Bayu Prahatnolo.

(Hariyanto Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement