nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Dumai Express Bertambah Jadi 30 Orang

Koran SI, Jurnalis · Senin 23 November 2009 04:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2009 11 23 340 278100 k7kzhmYaTN.jpg

TANJUNGPINANG - Kapal feri Dumai Express 10 yang mengangkut ratusan penumpang tenggelam di perairan Tokong Hiu, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, kemarin sekira pukul 09.30 WIB. Berdasarkan data sementara, hingga tadi malam tercatat 30 penumpang ditemukan tewas.

Adapun korban selamat yang berhasil dievakuasi 249 orang. Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) SAR Tanjungpinang Budi Cahyadi mengatakan, tim pencari gabungan dari SAR Tanjungpinang, TNI AL, polisi perairan, nelayan, dan tim penyelamat lainnya hingga tadi malam masih mencari korban.

"Sampai saat ini tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban meninggal maupun selamat di sekitar lokasi tenggelamnya kapal Dumai Express 10 rute Batam-Bengkalis- Dumai," ujarnya saat dihubungi tadi malam.

Dia menuturkan, berdasarkan keterangan agen kapal feri Dumai Express pada pukul 12.30 WIB, jumlah penumpang sebanyak 253 orang terdiri atas penumpang dewasa 213 orang, anak-anak 25 orang,dan anak buah kapal (ABK) 15 orang. Namun, mengacu pada data sementara korban tewas yang telah ditemukan dan korban selamat yang berhasil dievakuasi, jumlah penumpang kapal nahas itu 279 orang.

"Untuk jumlah pasti berapa penumpang yang berada di atas kapal saat terjadi kecelakaan,kami tidak mengetahui.Yang jelas kami tetap berupaya melakukan evakuasi terhadap korban," paparnya.

Sementara itu, data Departemen Kesehatan (Depkes) menyebutkan, hingga tadi malam pukul 21.00 WIB, korban tewas ditemukan sebanyak 29 orang dan selamat 245 orang. Adapun korban yang dilaporkan hilang 17 orang. Pusat Pengendalian Krisis (PPK) Depkes telah mengirim-kan ratusan kantong mayat demi mengantisipasi korban tewas.

"Depkes telah mengirim sebanyak 150 kantong mayat, sedangkan penumpang selamat sudah ditangani tenaga kesehatan se-tempat di puskesmas," kata Kepala PPK Depkes Rustam S Pakaya tadi malam.

Rumah kediaman Bupati Karimun yang berlokasi di Tanjung Balai Karimun, kemarin, berubah fungsi menjadi tempat penampungan sementara korban kapal penumpang KM Dumai Express 10.

"Untuk sementara ratusan penumpang yang selamat ditampung di sini," kata Sekretaris Daerah Pemkab Karimun Anwar Hasyim.

Dia menjelaskan, alih fungsi kediaman Bupati Karimun tersebut bertujuan untuk mempermudah sanak saudara para korban yang ingin mengetahui kondisi keluarganya. Berdasarkan pantauan di lokasi sejak pukul 15.30 WIB hingga pukul 18.30 WIB, ribuan masyarakat Karimun mendatangi rumah dinas tersebut. Di halaman depan rumah itu didirikan posko evakuasi korban, sementara di samping posko itu tertera namanama korban yang selamat.

Salah seorang penumpang yang selamat, Riki, mengatakan, kapal itu berangkat dari Pelabuhan Sekupang, Batam, tujuan Dumai sekitar pukul 08.00 WIB. Menurut dia, awalnya kapal tersebut dihantam gelombang besar sehingga lambung kiri kapal bocor. "Badan kapal miring ke kiri dan beberapa saat kemudian tenggelam, kejadiannya cepat,"katanya.

Saat akan tenggelam, dia menceburkan diri ke laut dan segera diselamatkan oleh kapal nelayan yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi. "Kapal nelayan itu sudah mengitari kami sebelum tenggelam. Awak perahu nelayan itu melihat badan kapal sudah miring ke kiri. Penumpang lain diselamatkan oleh kapal patroli TNI AL dan kapal tanker," paparnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini