Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Balita Tewas Setelah Disuntik Perawat

Abdul Rouf , Jurnalis-Kamis, 29 April 2010 |20:20 WIB
Balita Tewas Setelah Disuntik Perawat
Dafa Cynata Oktafianto semasa hidup. (Foto: Abdul Rouf/Koran SI)
A
A
A

SIDOARJO- Dafa Cynata Oktafianto (3), meninggal dunia setelah disuntik perawat di Rumah Sakit (RS) Krian Husada, Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur, tadi siang.

Karena kematiannya dianggap janggal, pihak keluarga melaporkan kasus ini ke Polsek Balungbendo. Polisi yang ke lokasi kejadian langsung menyita beberapa barang bukti. Di antaranya, obat, speed untuk menyuntik serta kotoran bocah. Mayat korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD Sidoarjo untuk otopsi.

Putra pasangan Dyan Cristian Oktafianto dan Evayanti Hudono, warga Perum Dua Permata Blok A No 4, Desa Tempel, Kecamatan Krian ini dibawa ke RS Krian Husada, Rabu 28April selepas magrib, karena sakit perut. Oleh pihak rumah sakit, disarankan untuk rawat inap.

Dafa kemudian dirawat di ruang mawar putih rumah sakit setempat. Kamis siang, karena korban tidak mau makan Evayanti melaporkan masalah ini ke tim medis. “Datanglah tiga perawat menyuntikkan cairan ke selang infus tangan kiri keponakan saya. Dalam hitungan detik, Dafa seperti kejang-kejang dan langsung kaku,” ujar Eviyanti Hudono, adik Evayanti saat di kamar mayat RSUD Sidoarjo.

Ketika mengetahui hal itu, dia dan keluarganya panik. Apalagi, ketika Eviyanti memenang leher keponakannya sudah kaku. Perawat yang ada di ruang itu berusaha memberi pertolongan. Bahkan, Dafa dibawa ke ruang sebelah untuk mendapatkan pertolongan.

Mengetahui Dafa sudah meninggal dunia, Eviyanti pingsan dan keluarganya histeris. “Dafa itu anak pertama kakak saya. Kok bisa setelah disuntik dalam hitungan detik keponakan saya meninggal dunia,” keluh Eviyanti.

Karena kematian Dafa janggal, pihak keluarga melaporkan kejadian ini ke polisi. Eviyanti minta agar kasus ini diproses secara hukum.

Kanit Reskrim Polsek Balongbendo yang bersama anggotanya mengantar jenazah korban ke RSUD Sidoarjo, mengaku pihaknya masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab kematian bocah itu. “Setelah ke lokasi kami langsung mengantar mayat korban. Jadi belum memeriksa pihak rumah sakit,” ujarnya.

Sidik menambahkan, setelah pihaknya menerima laporan langsung ke lokasi. Dari lokasi, polisi menyita barang bukti (BB), berupa obat-obatan, speed yang digunakan menyuntik dan kotoran korban.

Sementara itu, pihak RS Krian Husada belum bisa dikonfirmasi terkait meninggalnya Dafa. Saat dikonfirmasi melalui telepon, petugas humas rumah sakit mengaku tidak berkompeten menjelaskan kejadian ini. Bahkan, petugas yang mengaku bernama Raya itu juga enggan memberi nomer telepon direktur rumah sakit. “Kalau mau konfirmasi besok saja karena ada rapat direksi. Pak Kadarullah (Dirut RS Krian Husada,red), juga hadir,” ujar wanita itu.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement