JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto mengatakan konflik bernuansa agama merupakan hal yang sensitif dan sulit ditangani.
Pernyataan ini menyusul adanya insiden penyerbuan yang terjadi di Desa umbulan, Cikeusik, Pandeglang, Banten, kemarin.
"Kejadian ini sudah berulang-ulang terjadi. Ini kita bicara masalah keyakinan seseorang akidah. Kalau proses penegakan hukum mudah, represif menindak lebih mudah daripada mencari kesepakatan untuk merumuskan keyakinan orang itu apakah berlaku di negara kita," ujar Djoko dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, kemarin malam.
Menurutnya untuk membahas masalah keyakinan seseorang perlu pembahasan mendalam dengan pihak terkait dalam hal ini Kementerian Agama.
"Ini persoalan rumit, tidak bisa langsung ditangani Polhukam, ada dimensi khusus untuk menanganinya, yakni akan dikoordinasi Mendagri dan Menag. Masalah akidah secara moral mudah menyampaikan, tapi keyakinan antara beliau dengan Tuhan," terangnya.
Dia menambahkan, penghapusan SKB tidak bisa serta merta dilakukan begitu saja karena hal ini menyangkut keyakinan seseorang.
"Masalah keyakinan itu masalah akidah. Tidak hanya kesepakatannya tapi mengundang kembali komunitas, tokoh-tokoh tentu juga warga Ahmadiyah harus saling melindungi dan melihat komunitas yang lebih besar," tandas Djoko.
Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengakui persoalan agama ini memang sulit diatasi. Hal ini sudah berulang kali terjadi tidak hanya wilayah Jawa Barat seperti yang terjadi di Kuningan dan Cikeusik tapi juga berbagai wilayah nusantara.
"Dari evaluasi kejadian dengan kaitan Ahmadiyah ini juga terjadi di Kuningan, Bogor, Makassar, NTB juga," ungkapnya.
(Carolina Christina)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.