Apa Itu Detasemen Anti-Anarki?

Rizka Diputra, Okezone · Kamis 03 Maret 2011 16:20 WIB
https: img.okezone.com content 2011 03 03 339 431117 QpMinViCpW.jpg ilustrasi

JAKARTA - Mabes Polri akan membentuk Detasemen Anti-anarki yang kemudian diralatnya menjadi Satuan Penanggulangan Anarki. Lantas apa tugas dan kapan satuan tersebut diterjunkan?

Kabag Penum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar menjelaskan, saat ini memang telah disiapkan satuan penanggulangan anarki baik itu yang di tingkat Mabes maupun Polda. Satuan ini diharapkan dapat mengemban Protap 01/10/2010 tentangĀ  Penanggulangan Anarki.

"Satuan ini akan ditempatkan dalam kondisi yang sifatnya eskalatif, bisa juga yang sifatnya sporadis," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (3/3/2011).

Eskalatif itu bisa saja diawali dengan berbagai kegiatan-kegiatan masyarakat. Namun demikian hasil dari perkembangan yang terjadi adanya, atau dilakukanya suatu perbuatan yang destruktif (merusak) dari masyarakat. Kondisi ini bisa memberdayakan satuan penanggulangan anti-anarki.

Kemudian satuan ini akan diterjunkan pada situasi yang sifatnya sporadis, tentu dari kondisi yang memang ternyata ada perbuatan anarkis atau destruktif yang dilakukan secara tiba-tiba. Jadi diharapkan tentu Polda ataupun Polres diharapkan dapat memberdayakan.

"Dan perlu kami sampaikan ini bukan struktur baru. Jadi tidak ada struktur baru seperti dulu. Ini lebih dari peningkatan kualitas kemampuan individu maupun kelompok dari satuan-satuan yang sudah ada. Jadi ini bukan bentuk baru bukan satuan baru sebagai satuan yang sudah ada dan itu bisa Brigade Mobil atau satuan Sabhara," kata Boy.

Artinya, ada penugasan terhadap orang-orang tertentu, dimana orang-orang ini nantinya akan mendapat pelatihan dan diiringi dengan kemampuan yang bagus. Oleh karena itu, karena situasi anarkis, ada situasi yang tentunya tidak mudah untuk dihadapi, jadi akan dibentuk personel kepolisian yang punya kemampuan baik untuk menghadapi aksi yang sifatnya anarkis.

Tentunya personel satuan ini memiliki keterampilan, kesiagaan, disiplin, dan fisik yang bagus dan cara bertindaknya tetap mengacu pada protap yang ada, protap 01 tahun 2010 yang pernah disampaikan beberapa waktu lalu kepada masyarakat. "Jadi sekali lagi ini tidak ada struktur baru, ini hanya satuan petugas yang dibentuk personel dari Brimob dan Satuan Samapta," ujar Boy.

Satuan ini, menurut Boy tentunya diturunkan saat aksi anarki terjadi. "Sekali lagi, bila aksi anarki terjadi karena adanya suatu eskalasi kemudian situasi yang tiba-tiba. Artinya ada suatu niat dari kelompok masyarakat tapi belum sempat terpantau oleh petugas, dan kemudian berada di suatu wilayah," kata Boy.

Diakui Boy, menghadapi situasi anarki merupakan kewajiban dari pihaknya. Kepolisian memiliki kewajiban untuk menanggulangi situasi anarki, dan memberikan hukuman secara tegas dan terukur, sesuai dengan panduan yang dipedomani oleh tim ini. Artinya, situasi anarki itu adalah suatu kewajiban yang mampu diatasi pihak kepolisian. Untuk dapat berhasil, kondisi yang demikian maka penanggulangan anarki diharapkan dapat lebih efektif menghadapi tindakan-tindakan destruktif.

Lantas dimana satuan ini bernaung?

Boy mengatakan, satuan penanggulangan anarki bisa di bawah naungan satuan Brimob, atau Satuan Samapta. Jadi seperti Satgas. "Agar tidak salah persepsi jadi ini lebih pada pemberdayaan personel yang ada di Brimob, atau Samapta, atau Sabhara," tandas Boy.

Boy menjelaskan, nama resmi satuan ini adalah Satuan Penanggulangan Anarki. "Kalau di Mabes kan ada di Brimob Kelapa Dua. Di sana ada detasemen-detasemen. Satuan ini nantinya akan mendapat semacam surat penugasan sendiri," katanya.

Tentunya, lanjut Boy akan ada semacam perwira pengendalinya, akan dalam jumlah besar dan dikendalikan oleh perwira menengah. "Berpangkat Kompol atau AKBP berada di satuan tingkat Polres. Jadi ini disesuaikan dengan jumlah personel yang disiapkan dalam satu wilayah untuk dibentuk," ujar Boy.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini