TOKYO - Perdana Menteri Jepang Naoto Kan akhirnya bebas dari ancaman mosi tidak percaya dari pihak Parlemen Jepang. Sebanyak 293 anggota parlemen memberikan suara menolak pemberian mosi tidak percaya, sementara 152 lainnya menerima.
Sebelumnya pihak oposisi mengajukan mosi tidak percaya pada hari Rabu 1 Juni kemarin dan membutuhkan suara mayoritas untuk mewujudkan hal tersebut di parlemen. Namun pihak oposisi seperti tidak mendapatkan dukungan besar. Demikian diberitakan CNN, Kamis (2/6/2011).
Mosi tidak percaya itu diusulkan atas kinerja pemerintah dalam hal ini Perdana Menteri Naoto Kan, yang dianggap gagal menangani krisi nuklir yang dipicu oleh gempa dan tsunami yang melanda Maret lalu. Bila saja mosi tersebut disetujui, Kan diharuskan mengundurkan diri dalam waktu 10 hari.
Nyatanya, hari ini dirinya bisa bernafas lega karena mosi tidak percaya itu tidak berhasil diloloskan. Sebelumnya partai oposisi, yakni Partai Liberal Demokrat mengajukan mosi tidak percaya bersama dengan dua partai kecil lainnya.
Meskipun Partai Demokrat Jepang yang mengusung Kan masih berkuasa di parlemen, tetap saja banyak para pejabat partai yang khawatir atas kepemimpinan Kan.
Gempa berkekuatan 9,0 skala richter dan disertai tsunami memang memporakporandakan Jepang. Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi mengalami kebocoran dalam bencana ini. Sekira 80 ribu warga langsung dievakuasi pasca kebocoran reaktor dari PLTN tersebut.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari